Sejarah dan Evolusi THATCamp Philly: Dari Ide ke Komunitas

THATCamp (The Humanities and Technology Camp) adalah sebuah forum terbuka berbasis unconference yang bertujuan untuk menjembatani bidang humaniora dan teknologi. Sejak pertama kali digagas oleh Center for History and New Media di George Mason University pada tahun 2008, THATCamp berkembang menjadi gerakan global yang menginspirasi komunitas-komunitas lokal untuk menyelenggarakan acara serupa. Salah satu cabang yang paling menonjol dalam perkembangan ini adalah THATCamp Philly, yang tumbuh dari sekadar eksperimen menjadi komunitas yang hidup dan berkelanjutan di kawasan Philadelphia.

Latar Belakang Kelahiran THATCamp Philly

Pada tahun 2010, Philadelphia memiliki komunitas akademik dan teknologi yang aktif namun masih terfragmentasi. Para akademisi, pustakawan, desainer web, pengembang perangkat lunak, dan peneliti humaniora seringkali bekerja di jalur masing-masing tanpa banyak interaksi lintas disiplin. Dalam konteks inilah ide untuk menyelenggarakan https://thatcampphilly.org/ muncul—sebagai cara untuk menciptakan ruang kolaboratif di mana berbagai pihak dapat bertukar ide, membangun proyek bersama, dan memecahkan masalah nyata yang mereka hadapi dalam pekerjaan mereka.

Didorong oleh antusiasme terhadap pendekatan THATCamp yang non-hierarkis dan partisipatif, sekelompok penyelenggara lokal memutuskan untuk mengadakan THATCamp pertama di Philadelphia. Dengan dukungan dari lembaga-lembaga seperti University of Pennsylvania, Bryn Mawr College, dan Temple University, acara ini diselenggarakan pada musim gugur 2010. Pesertanya datang dari berbagai latar belakang—akademisi, profesional teknologi, arsiparis, mahasiswa, hingga pegiat budaya.

Karakteristik Unik THATCamp Philly

Berbeda dari konferensi akademik tradisional, THATCamp Philly menekankan prinsip “no spectators, only participants.” Tidak ada presentasi kaku atau pembicara utama; semua orang diajak untuk berkontribusi, berbagi, dan terlibat aktif. Sesi-sesi dibentuk secara spontan di pagi hari berdasarkan minat peserta, memungkinkan diskusi yang benar-benar relevan dan kontekstual. Tema-tema yang sering diangkat meliputi digital humanities, pelestarian arsip digital, open access, pengembangan alat digital untuk riset sejarah, hingga dampak media sosial terhadap kajian budaya.

Keunikan inilah yang menjadikan THATCamp Philly berbeda dan diminati. Peserta tidak hanya datang untuk “mendengarkan,” tetapi untuk membangun relasi, berkolaborasi, dan bahkan merancang proyek baru secara langsung. Dalam beberapa kasus, proyek-proyek digital yang lahir dari THATCamp Philly kemudian berkembang menjadi inisiatif jangka panjang yang berdampak signifikan dalam komunitas akademik maupun publik.

Evolusi Menuju Komunitas Berkelanjutan

Seiring berjalannya waktu, THATCamp Philly mengalami transformasi dari sekadar acara tahunan menjadi wadah komunitas. Beberapa peserta setia mulai membentuk jaringan informal yang berkolaborasi di luar event utama. Kelompok ini mengorganisasi pertemuan kecil, lokakarya, dan proyek bersama sepanjang tahun.

Keterlibatan lembaga-lembaga pendidikan dan budaya di wilayah Philadelphia juga meningkat, sehingga THATCamp Philly menjadi jembatan penting antara akademisi dan praktisi. Melalui format yang fleksibel dan inklusif, acara ini mendorong munculnya berbagai eksperimen dalam pembelajaran digital, publikasi terbuka, dan pengembangan sumber daya terbuka (open educational resources).

Namun, seperti banyak komunitas digital lainnya, THATCamp Philly juga menghadapi tantangan. Pergeseran minat, perubahan teknologi, dan dinamika sosial mengharuskan format acara ini terus beradaptasi. Meskipun THATCamp secara global mulai meredup setelah 2020, warisan THATCamp Philly tetap terasa melalui proyek-proyek kolaboratif yang dilahirkan, serta semangat partisipatif yang terus hidup dalam jaringan digital humaniora lokal.

Kesimpulan

THATCamp Philly adalah contoh nyata bagaimana sebuah ide sederhana bisa berkembang menjadi komunitas yang kuat dan berdampak. Dengan mengusung prinsip keterbukaan, kolaborasi, dan eksperimen, THATCamp Philly berhasil menciptakan ruang alternatif bagi pertukaran ide antara humaniora dan teknologi. Meskipun formatnya mungkin berubah, nilai-nilai yang diusungnya akan terus hidup dalam berbagai bentuk inisiatif digital di masa depan. Dari sebuah ide radikal tentang bagaimana seharusnya konferensi berlangsung, THATCamp Philly telah menjadi warisan yang membentuk lanskap interdisipliner di Philadelphia dan sekitarnya.

Write a Comment